PETA LOKASI

INFORMASI ALAMAT & NOMOR TELEPON

Untuk mengirim pesan singkat kepada kami, Anda dapat menghubungi salah satu customer service yang sudah kami cantumkan

KONTAK KAMI

Jl. Kalibaru Barat No.1, Kali Baru, Cilincing
Jakarta Utara 14110

info@bimtekpemda.com

0812-1372-0188

SOCIAL MEDIA

Bimtek Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) pada APBD Tahun 2026

Bimtek Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) pada APBD Tahun 2026 untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas anggaran daerah.

Tag Terkait

Biaya Pendaftaran

Biaya pelatihan/bimtek dapat bervariasi tergantung lokasi dan waktu pelaksanaan.

Rp2.500.000Rp5.000.000

382 Orang sedang melihat halaman ini

Deskripsi

Pengelolaan keuangan daerah terus mengalami perkembangan seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan, serta akuntabilitas penggunaan anggaran. Dalam era reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya fokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan mampu menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Salah satu pendekatan yang menjadi dasar dalam sistem penganggaran modern adalah Penganggaran Berbasis Kinerja atau Performance Based Budgeting (PBB). Konsep ini menghubungkan secara langsung antara alokasi anggaran dengan capaian kinerja yang ingin dicapai oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, anggaran tidak lagi dipandang sebagai sekadar daftar belanja, tetapi sebagai instrumen untuk mencapai target pembangunan yang terukur.

Pada Tahun Anggaran 2026, penerapan penganggaran berbasis kinerja menjadi semakin penting mengingat pemerintah daerah harus mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fiskal, tuntutan efisiensi belanja, hingga kebutuhan peningkatan kualitas layanan publik. Oleh karena itu, pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) pada APBD Tahun 2026 menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam menyusun anggaran yang efektif, efisien, dan berorientasi hasil.

Bagi instansi pemerintah yang ingin memperkuat kompetensi aparatur di bidang perencanaan dan penganggaran, informasi mengenai Info Jadwal Bimtek RKA, DPA, APBD dan Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 dapat menjadi referensi penting dalam mendukung peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Memahami Konsep Penganggaran Berbasis Kinerja

Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) adalah metode penyusunan anggaran yang mengaitkan alokasi dana dengan hasil atau kinerja yang ingin dicapai. Dalam sistem ini, setiap program dan kegiatan harus memiliki indikator yang jelas sehingga keberhasilan penggunaan anggaran dapat diukur secara objektif.

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang berfokus pada input atau besarnya dana yang dibelanjakan, penganggaran berbasis kinerja lebih menekankan pada output, outcome, manfaat, dan dampak dari pelaksanaan program.

Karakteristik utama Performance Based Budgeting meliputi:

  • Berorientasi pada hasil (result oriented).
  • Memiliki indikator kinerja yang terukur.
  • Menghubungkan anggaran dengan target kinerja.
  • Mendorong efisiensi penggunaan anggaran.
  • Meningkatkan akuntabilitas program.
  • Mendukung evaluasi kinerja secara objektif.

Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah.

Dasar Hukum Penganggaran Berbasis Kinerja pada APBD

Penerapan penganggaran berbasis kinerja dalam APBD telah diatur dalam berbagai regulasi yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah.

Beberapa regulasi utama antara lain:

NoRegulasiRuang Lingkup
1Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014Pemerintahan Daerah
2Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah
3Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019Pengelolaan Keuangan Daerah
4Permendagri Nomor 77 Tahun 2020Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah
5Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2026Penyusunan APBD Berbasis Kinerja

Referensi regulasi resmi dapat diakses melalui:

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
https://www.kemendagri.go.id

Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah
https://keuda.kemendagri.go.id

Kementerian Keuangan Republik Indonesia
https://www.kemenkeu.go.id

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional
https://jdihn.go.id

Mengapa Penganggaran Berbasis Kinerja Penting pada APBD Tahun 2026?

Terdapat berbagai alasan mengapa Performance Based Budgeting menjadi sangat penting dalam penyusunan APBD Tahun 2026.

Meningkatkan Efektivitas Program

Anggaran akan difokuskan pada kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mendorong Efisiensi Belanja

Setiap alokasi dana harus memiliki justifikasi yang jelas berdasarkan target kinerja.

Meningkatkan Akuntabilitas

Kinerja program dapat diukur dan dipertanggungjawabkan secara transparan.

Mendukung Reformasi Birokrasi

Penganggaran berbasis kinerja sejalan dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang profesional dan modern.

Memperkuat Pengambilan Keputusan

Data capaian kinerja menjadi dasar dalam menentukan prioritas anggaran tahun berikutnya.

Hubungan Performance Based Budgeting dengan Dokumen Perencanaan Daerah

Penganggaran berbasis kinerja tidak dapat dipisahkan dari dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

DokumenFungsi
RPJPDArah pembangunan jangka panjang
RPJMDRencana pembangunan lima tahunan
RKPDPerencanaan tahunan daerah
Renstra OPDStrategi perangkat daerah
Renja OPDRencana kerja tahunan
RKA-SKPDDokumen penganggaran
APBDAnggaran daerah
DPA-SKPDDokumen pelaksanaan anggaran

Keterpaduan antara dokumen perencanaan dan penganggaran menjadi syarat utama keberhasilan penerapan Performance Based Budgeting.

Komponen Utama Penganggaran Berbasis Kinerja

Agar penerapan PBB berjalan optimal, terdapat beberapa komponen yang harus dipahami.

Input

Merupakan sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan.

Contoh:

  • Anggaran.
  • SDM.
  • Sarana dan prasarana.

Output

Hasil langsung yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan.

Contoh:

  • Jumlah pelatihan yang dilaksanakan.
  • Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan.

Outcome

Manfaat yang diperoleh setelah output dihasilkan.

Contoh:

  • Peningkatan kompetensi aparatur.

Benefit

Keuntungan yang dirasakan oleh masyarakat atau organisasi.

Impact

Dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah.

Pemahaman terhadap komponen ini sangat penting dalam penyusunan indikator kinerja.

Prinsip-Prinsip Penganggaran Berbasis Kinerja

Dalam penyusunan APBD Tahun 2026, pemerintah daerah perlu menerapkan prinsip-prinsip berikut:

  • Transparansi.
  • Akuntabilitas.
  • Efisiensi.
  • Efektivitas.
  • Keadilan.
  • Kepatuhan terhadap regulasi.
  • Berorientasi hasil.

Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan tata kelola keuangan daerah yang baik.

Tahapan Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja

Penyusunan anggaran berbasis kinerja dilakukan melalui beberapa tahapan.

Analisis Kebutuhan

Pemerintah daerah melakukan identifikasi kebutuhan pembangunan berdasarkan prioritas daerah.

Penyusunan Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan dirancang untuk mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

Penetapan Indikator Kinerja

Setiap kegiatan harus memiliki indikator yang jelas dan dapat diukur.

Contoh indikator:

ProgramIndikator
Pelatihan ASNPersentase ASN yang kompeten
Pelayanan KesehatanTingkat kepuasan masyarakat
Infrastruktur JalanPersentase jalan mantap

Penetapan Target Kinerja

Target harus realistis, terukur, dan sesuai kapasitas anggaran.

Penyusunan Anggaran

Alokasi dana ditentukan berdasarkan kebutuhan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Monitoring dan Evaluasi

Pelaksanaan program dievaluasi secara berkala untuk memastikan target tercapai.

Tantangan Implementasi Performance Based Budgeting di Daerah

Meskipun telah diterapkan selama beberapa tahun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasinya.

Beberapa tantangan tersebut antara lain:

  • Kualitas indikator kinerja yang belum optimal.
  • Kurangnya pemahaman aparatur mengenai konsep PBB.
  • Keterbatasan data pendukung.
  • Belum optimalnya sistem monitoring dan evaluasi.
  • Perubahan regulasi yang dinamis.
  • Keterbatasan kapasitas fiskal daerah.

Melalui pelaksanaan bimtek yang terstruktur, tantangan tersebut dapat diminimalkan sehingga penerapan penganggaran berbasis kinerja menjadi lebih efektif.

Peran SIPD dalam Mendukung Penganggaran Berbasis Kinerja

Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) memiliki peran penting dalam mendukung implementasi Performance Based Budgeting.

Manfaat SIPD dalam penganggaran berbasis kinerja meliputi:

  • Integrasi data perencanaan dan penganggaran.
  • Penyusunan indikator kinerja secara terstruktur.
  • Monitoring realisasi anggaran.
  • Evaluasi capaian program secara berkala.
  • Penyajian data secara real-time.

Melalui SIPD, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Materi Strategis dalam Bimtek Penganggaran Berbasis Kinerja Tahun 2026

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, materi yang dibahas dalam bimtek umumnya meliputi:

Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026

  • Regulasi terbaru.
  • Arah kebijakan fiskal nasional.
  • Prioritas pembangunan daerah.

Konsep dan Implementasi Performance Based Budgeting

  • Prinsip penganggaran berbasis kinerja.
  • Penyusunan indikator kinerja.
  • Pengukuran output dan outcome.

Penyusunan RKA Berbasis Kinerja

  • Penyusunan program dan kegiatan.
  • Penetapan target kinerja.
  • Penyusunan alokasi anggaran.

Pemanfaatan SIPD

  • Penginputan data.
  • Penyusunan indikator.
  • Monitoring dan evaluasi.

Pengendalian dan Evaluasi Kinerja

  • Teknik monitoring.
  • Penyusunan laporan kinerja.
  • Analisis efektivitas program.

Manfaat Mengikuti Bimtek Penganggaran Berbasis Kinerja

Peserta akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:

AspekManfaat
RegulasiMemahami kebijakan terbaru
KompetensiMeningkatkan kemampuan teknis
PerencanaanMeningkatkan kualitas dokumen anggaran
KinerjaMenyusun indikator yang terukur
AkuntabilitasMendukung tata kelola pemerintahan yang baik

Selain memperoleh pemahaman teoritis, peserta juga akan mendapatkan praktik penyusunan indikator dan penganggaran berbasis kinerja yang dapat langsung diterapkan di instansi masing-masing.

Penganggaran Berbasis Kinerja sebagai Pilar Tata Kelola Keuangan Modern

Penganggaran berbasis kinerja merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel. Dengan menghubungkan anggaran dengan capaian kinerja, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap program memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Melalui peningkatan kapasitas aparatur dan pemanfaatan teknologi informasi seperti SIPD, penerapan Performance Based Budgeting pada APBD Tahun 2026 diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembangunan daerah sekaligus memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai penyusunan APBD, RKA, DPA, dan berbagai aspek pengelolaan keuangan daerah lainnya, Anda dapat mengakses Info Jadwal Bimtek RKA, DPA, APBD dan Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 sebagai referensi utama pengembangan kompetensi aparatur pemerintah daerah.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan Performance Based Budgeting?

Performance Based Budgeting adalah metode penganggaran yang menghubungkan alokasi anggaran dengan target dan capaian kinerja yang terukur.

Apa manfaat penganggaran berbasis kinerja bagi pemerintah daerah?

Manfaatnya antara lain meningkatkan efektivitas program, efisiensi penggunaan anggaran, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Siapa yang perlu mengikuti Bimtek Penganggaran Berbasis Kinerja?

Pejabat perencana, Bappeda, BPKAD, pejabat pengelola keuangan, PPTK, PPK, operator SIPD, serta aparatur yang terlibat dalam penyusunan APBD.

Apa hubungan SIPD dengan Performance Based Budgeting?

SIPD membantu integrasi data perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi sehingga mendukung penerapan penganggaran berbasis kinerja secara lebih efektif.

Tingkatkan Kualitas Perencanaan dan Penganggaran Daerah Melalui Penerapan Performance Based Budgeting yang Tepat dan Terukur. Wujudkan APBD Tahun 2026 yang Efektif, Efisien, Transparan, dan Berorientasi pada Hasil untuk Mendukung Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan.

Daftar sekarang dan jadwalkan pelatihan terbaik untuk instansi Anda!

📱 WhatsApp / Telp : 0812-1372-0188

📧 📧 Email : info@bimtekpemda.com

🌐 Website: www.bimtekpemda.com

Jadwal Bimtek & Training
Bimtek Pemda menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendidikan Pelatihan yang dilaksanakan pada :

Juli 2025

HariTanggal
Kamis–Jumat10–11 Juli 2025
Kamis–Jumat17–18 Juli 2025
Kamis–Jumat24–25 Juli 2025
Rabu–Kamis30–31 Juli 2025

Agustus 2025

HariTanggal
Kamis–Jumat7–8 Agustus 2025
Kamis–Jumat14–15 Agustus 2025
Kamis–Jumat20–21 Agustus 2025
Kamis–Jumat28–29 Agustus 2025

September 2025

HariTanggal
Kamis–Jumat4–5 September 2025
Kamis–Jumat11–12 September 2025
Kamis–Jumat18–19 September 2025
Kamis–Jumat25–26 September 2025

Oktober 2025

HariTanggal
Kamis–Jumat2–3 Oktober 2025
Kamis–Jumat9–10 Oktober 2025
Kamis–Jumat16–17 Oktober 2025
Kamis–Jumat23–24 Oktober 2025
Kamis–Jumat30–31 Oktober 2025

November 2025

HariTanggal
Kamis–Jumat6–7 November 2025
Kamis–Jumat13–14 November 2025
Kamis–Jumat20–21 November 2025
Kamis–Jumat27–28 November 2025

Desember 2025

HariTanggal
Kamis–Jumat4–5 Desember 2025
Kamis–Jumat11–12 Desember 2025
Kamis–Jumat18–19 Desember 2025
Kamis–Jumat25–26 Desember 2025

JAKARTA
Yello Hotel Harmoni Jakarta
Jl. Hayam Wuruk No.6, RT.6/RW.2, Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10120

BANDUNG
Zest Sukajadi Bandung by Swiss-Belhotel International
Jl. Sukajadi No.16, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40162

BOGOR
Hotel Grand Savero
Jl. Raya Pajajaran No.27, Babakan, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat

JOGJA
Hotel Arjuna Yogyakarta
Jl. P. Mangkubumi No.44, Gowongan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233

MALANG
Gets Hotel Malang
Jl. Brigjend Slamet Riadi No.38, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119

SURABAYA
Hotel La Lisa Surabaya
Jl. Raya Nginden No.82, Baratajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284

BALI
The ONE Legian
Jl. Raya Legian No.117, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

LOMBOK
Montana Premier Senggigi
Jl. Raya Senggigi No.KM 12, Senggigi, Kec. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

LABUAN BAJO
Parlezo Hotel
Labuan Bajo, Kec. Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

JAYAPURA
FOX Hotel Jayapura
Jl. Dr. Soetomo No.16, Gurabesi, Kec. Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua

MAKASSAR
Aston Inn Pantai Losari – Makassar
Jl. Daeng Tompo No.28–36, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112

MANADO
Whiz Prime Hotel Megamas Manado
Kawasan Megamas, Jl. Piere Tendean

BANJARMASIN
Hotel Rattan Inn Banjarmasin
Jl. Ahmad Yani No.KM. 5, RW.7, Pemurus Dalam, Kec. Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70238
(0511) 3267799

SAMARINDA
Yello Hotel Samarinda
Jl. KH. Khalid No.1, Pasar Pagi, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75111
0851-7957-7047

BALIKPAPAN
ibis Balikpapan
Jl. Brigjen Ery Suparjan No.2, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76112

BIAYA PELATIHAN

FASILITAS BIMTEK & PELATIHAN

Biaya pelatihan disesuaikan dengan materi, durasi, dan lokasi kegiatan. Hubungi kami untuk penawaran terbaik.
TIDAK MENGINAP
BASE
Rp. 4.000.000 4-6 Juta
Tidak ada fasilitas penginapan
Coffee Break & Lunch
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
MENGINAP
EXTRA
Rp. 5.000.000 5-7 Juta
Menginap di Hotel (Twin Sharing)
Coffee Break, Lunch & Dinner
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
City Tour
Flashdisk Berisi Materi Bimtek
Antar jemput bagi peserta rombongan (min 5 orang)
BIMTEK ONLINE
ONLINE
Rp. 2.500.000 per peserta
Seminar Kit
Tas Eksklusif
Sertifikat Bimtek
BIMTEK TERKAIT